Yaskures Gelar Festival Kuda Renggong ke-3 di Paseh

Peliput/Editor: ATEP BIMO AS/SUMEKS

Yaskures Gelar Festival Kuda Renggong ke-3 di Paseh

BERAKSI: Salah satu aksi kuda silat dalam kegiatan Festival Kuda Renggong se-Kabupaten Sumedang, kemarin. (ATEP BIMO AS/SUMEKS)

Siap Dimasukan pada Agenda Wonderful Indonesia

Kuda Renggong, menjadi salah satu pendukung terwujudnya Sumedang Puseur Budaya Sunda. Untuk itu, dalam pelaksanaan Festival Kuda Renggong ke-3 di Paseh, Pemkab Sumedang akan menggandeng Kementerian Pariwisata untuk memasukan Seni Kuda Renggong pada agenda Wonderful Indonesia.

LAPANG Sepakbola M Didi Desa Legok Kidul Kecamatan Paseh, Minggu (25/11) mendadak ramai. Banyak masyarakat yang terus berdatangan sejak pagi hari.

Terlihat, di lapangan sepak bola itu banyak juga rombongan Kuda Renggong yang telah datang. Nampaknya, di akhri pekan kemarin, dilaksanakan Festival Kuda Renggong ke-3. Acara ini digelar Yayasan Kuda Renggong Kabupaten Sumedang (Yaskures) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Dalam acara ini, sebanyak 66 Kuda Renggong dari 23 kecamatan, mengikuti Festival Kuda Renggong ke-3. Kegiatannya, dibuka langsung oleh Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir sekaligus melakukan pemotongan kue Milangkala Yaskures yang pertama.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, mengapresiasi Yaskures dan Dispora Kabupaten Sumedang yang melaksanakan Festival Kuda renggong. Pemda sendiri, akan terus membantu dan mengembangkan Seni Kuda Renggong dan budaya lainnya yang ada di Kabupaten Sumedang.

“Insya Allah tahun depan Pemkab Sumedang akan menggandeng Kementerian Pariwisata untuk memasukan Seni Kuda Renggong pada agenda Wonderful Indonesia,” ujar Dony di sela-sela kegiatannya.

Dony menuturkan, selain Seni Kuda Renggong, Tari Umbul juga akan dimasukan Agenda Wonderful Indonesia yang akan digelar dengan bacground kawasan Bendungan Jatigede. Kurang lebih, 1.000 orang penari Umbul akan dilibatkan dengan seragam yang sama.

“Semua kegiatan itu dilaksanakan untuk mengelorakan wisata Sumedang. Tentunya, akan berimbas pada meningkatnya kunjungan wisata ke Sumedang dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Dikatakan Dony, saat ini Pemkab Sumedang sedang mengusahakan tempat khusus yang disebut “Geo Theatre. Tempat tersebut akan menampilkan berbagai budaya Sumedang yang akan dilaksanakatn rutin dan terjadwal.

“Seni Tarawangsa, Kuda Renggong ataupun seni lainnya akan ditampilkan di Geo Theatre. Rencananya tempatnya di Rancakalog. Tentunya, semuanya untuk mewujudkan Sumedang menjadi Puseur Budaya Sunda,” paparnya.

Sementara itu, Pembina Yaskures Zaenal Alimin meminta dukungan Pemkab Sumedang untuk melestarikan dan mengembangkan Seni Kuda Renggong. Bantuan Pemkab Sumedang akan sangat membantu bagi pelestarian Budaya Kuda Renggong di Sumedang.

“Kami sangat berharap Pemkab Sumedang turut serta melestarikan Seni Kuda Renggong serta budaya budaya lainnya. Sehingga, terwujud Sumedang Puseur Budaya Sunda,” paparnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.