Yonif 301 PKS Sumedang Bantu Warga Papua Mengolah Lahan Pertanian

Peliput/Editor: asep herdiana/handri s budiman

Yonif 301 PKS Sumedang Bantu Warga Papua Mengolah Lahan Pertanian

MENANAM: Prajurit TNI dari Satgas Yonif 301 PKS Sumedang membantu para warga Papuan mengolah lahan pertanian. FOTO: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Bagi semua prajurit TNI, sudah menjadi sumpah jabatan untuk untuk tetap setia mengabdi pada negeri dan ibu pertiwi, serta siap ditugaskan dimana saja. Sudah menjadi roh dalam jiwa, untuk sedia membantu segala kesulitan masyarakat di segala bidang.

————-

Ungkapan itulah yang menjadi pedoman, sehingga dimanapun prajurit TNI bertugas, selalu ada di samping masyarakat, sebagai bukti patriotisme dan dedikasi luhur terhadap tugas negara. Hal itupun yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Batalyon 301 PKS dalam melaksanakan tugas menjaga perbatasan antara Republik Indonesiia dengan Papua Nugini (PNG), di Marauke, Papua.

Tak hanya menjaga perbatasan, mereka juga turut berbaur dengan masyarakat sekitar. Di antaranya, membantu meningkatkan sektor pertanian bagi masyarakat Papua yang hidup di perbatasan. Komandan Satgas yang juga Komandan Batalyon 301 PKS Letkol inf M Mahfud As’saat, menugaskan anggotanya untuk ikut membantu mengolah lahan perkebunan, terutama memasuki musim tanam terakhir di tahun ini.

“Bagi yang sedang tidak dapat tugas patroli, ditugaskan membantu masyarakat mengolah ladang dan kebun, yang merupakan salah satu upaya TNI mendukung program ketahanan pangan nasional,” kata Mahfud, saat dikonfirmasi melalu sambungan telepon, kamis (15/10).

Ia mengatakan, kehadiran prajurit Sumedang di tengah-tengah petani Papua, untuk mengolah lahan, dapat memberikan motivasi serta semangat mengolah sawah untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah. Masyarakat setempat, pun sangat termotivasi dengan hadirnya TNI yang membantu mencangkul lahan menghadapi musim tanam ketiga tahun ini.

TNI membantu masyarakat membajak lahan, agar para petani kembali menanam tepat waktu di musim tanam ketiga tahun ini. Sehingga, produksi pertanian daerah mengalami peningkatan. Tidak hanya menanam, prajurit ditugaskan membantu petani membuat irigasi, sebab hingga kini irigasi masih menjadi masalah petani, khususnya di Papua.

Selain itu, prajurit juga ditugaskan untuk mengawasi distribusi pupuk bersubsidi kepada petani padi di daerahnya, agar tidak disalahgunakan. “Besar harapan kami, program TNI membantu petani menanam padi, dapat meningkatkan tanaman petani Papua dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Ia pun menekankan kepada anggotanya agar ilmu pertanian yang didapatkan selama latihan beberapa tahap, disosialilasikan kepada warga di perbatasan, termasuk mengajarkan warga untuk bertani. Selain terlibat langsung dalam mengolah lahan, prajurit akan membantu memasok bibit sayur mayur untuk program tersebut. Disamping untuk kebutuhan anggota di perbatasan selama bertugas, juga untuk diberikan kepada warga di perbatasan yang masih kekurangan.

“Saya kira, semua prajurit ini sudah diberi pelatihan dan keterampilan pengembangan pertanian, sehingga bisa ditularkan bagi warga yang ingin mengembangkan produksi pertanian, khususnya palawija dan sayur sayuran,” katanya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.