ZA: Gali Potensi Budaya Sumedang

ZA: Gali Potensi Budaya Sumedang

NAIKI KUDA: Dewan Pembina Yaskures Sumedang Drs Zaenal Alimin MM menaiki kuda renggong di Lapang Darongdong Desa/Kecamatan Buahdua. (ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEKS)

PEWARTA: ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEKS

Atraksi 111 Kuda Renggong Digelar

BUAHDUA – Yayasan Seni Kuda Renggong Kabupaten Sumedang (Yaskures), bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, menggelar perhelatan Pesona Wisata Atraksi 111 Kuda Renggong di Lapang Sepak Bola Darongdong Kecamatan Buahdua, Sabtu (10/2). Kegiatan tersebut, diikuti 111 Kuda Renggong yang berasal dari 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Atraksi 111 Kuda Renggong ini, dimulai dengan penampilan Seni Kuda Silat si Lipur dan Si Gatot. Keduanya merupakan juara festival kuda silat tingkat Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya, kegiatan dilakukan dengan helaran 111 Seni Kuda Renggong yang menghadirkan kemeriahan kostum kuda dan para pengiringnya yang menarik dan artistik.

Dewan Pembina Yaskures Drs Zaenal Alimin MM, berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang telah memberikan bantuan untuk kegiatan atraksi 111 Kuda Renggong Tahun 2018 se-Kabupaten Sumedang.

ZA sapaan akrab Zaenal Alimin, juga mengapresiasi kepada rekan-rekan Yaskures yang siap menerima bantuan dan menyelenggarakan kegiatan helaran ini.

“Hingga kegiatan Atraksi 111 Kuda Renggong dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Dan, menjadi hiburan bagi masyarakat,” ujar ZA kepada Sumeks di sela-sela kegiatan.

Dengan adanya kegiatan ini, kata ZA, dirinya berharap masyarakat Sumedang lebih terpanggil jiwanya, untuk melestarikan seni dan budaya karuhun Sumedang.

“Hidup masyarakat Sumedang sendiri lebih terhiasi dengan seni dan budaya,” tegasnya.

Dikatakan ZA, Yaskures akan terus berupaya melestarikan Seni Kuda Renggong pada khususnya dan seni Sumedang pada umumnya.
Bakal calon bupati Sumedang ini menuturkan, seni tradisional Sumedang akan menjadi aset wisata yang bisa mengharumkan nama baik Sumedang.

“Sekaligus juga dapat mensejahterakan masyarakat Sumedang sendiri, apabila telah dikelola secara sungguh-sungguh,” terangnya.
Kedepannya, lanjut ZA, dengan berbagai upaya festival, helaran, even atau pun gebyar seni seni tradisional Sumedang, akan dilestarikan. Tidak hanya Seni Kuda Renggong saja.

“Gelaran seni seni tradisional akan dilakukan setiap tahun secara rutin. Hal itu dilakukan agar ada pengakuan dari pemerintah daerah. Di samping itu juga untuk regenerasi para pelaku seni/seniman tradisional,” bebernya.

ZA menegaskan, jika dirinya terpilih menjadi bupati Sumedang 2018-2023, dia akan konsisten terhadap deklarasi Sumedang Puseur Budaya Sunda. Bukan hanya seni kuda renggong saja, tetapi seni-seni tradisional lainnya, pun akan kembali digali dan dilestarikan.

ZA mengakui, banyak seni tradisional asli Sumedang yang sudah tenggelam oleh budaya-budaya dari luar.

“Kehidupan berseni dan berbudaya Sumedang akan kembali digalakkan. Misalnya, seni kaulinan barudak, budaya marak di sungai, balap perahu di Tomo atau pun seni-seni tardisional lainnya. Tentunya, itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal atau pun luar,” tuturnya.

Sementara itu, Kadisbudparpora Provinsi Jawa Barat Ida Hernida mengakui, Seni Kuda Renggong Sumedang merupakan aset budaya Sumedang dan Jawa Barat. Seni Kuda Renggong harus tetap dilestarikan dan dikembangkan sebagai aset wisata.

“Kedepannya, Seni Kuda Renggong tidak hanya terdaftar di Kementerian Pariwisata saja. Tetapi juga harus menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan terdaftar di Unesco hingga tidak diklaim oleh negara lain,” terangnya.

Ida mengharapkan, regenerasi juga terus dilakukan agar seni kuda renggong Sumedang tetap lestari. (atp/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.