oleh

Zero Kasus, Bupati Minta Warga Tetap Waspada

SUMEDANGESKPRES.COM – Masyarakat, diminta tetap waspada pada penyebaran Covid-19. Meski saat ini, Kabupaten Sumedang dinyatakan zero kasus Covid-19. Diharapkan, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan (protkes) dengan ketat.

Hal itu disampaikan Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir, saat monitoring penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Sumedang, Sabtu (1/8). Dia menggambarkan, masih banyaknya pemudik yang datang dari wilayah Jakarta, Bandung dan zona merah lainnya.

Kondisi ini, bisa menjadi pemicu timbulnya kembali Covid 19. Selain itu, masih ada tes swab yang hasilnya belum keluar. “Meski saat ini Sumedang nol kasus (positif Covid-19), namun masyarakat harus tetap jalani protokol kesehatan dengan ketat, karena belum semua orang dilakukan tes swab,” ujar Dony.

Meski begitu, Pemkab Sumedang melalui Gugus Tugas, tetap akan melakukan swab test secara massal ke masyarakat. Dan sebelumnya, pasien nomor 20 dan nomor 21, dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah sekitar 10 hari diisolasi di RSUD Sumedang.

“Sesuai Permenkes sekarang, kalau sudah diisolasi sekitar 10 hari tidak ada gejala, maka virus (korona) sudah tidak aktif, jadi boleh dipulangkan. Dan tentunya, itu ada pedoman baru juga dari WHO,” ujarnya.

Dony mengatakan, akan ada kajian dari tim gugus tugas menyusul nol kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumedang. Kajian akan menentukan, apakah wilayah Sumedang masuk zona hijau atau tidak. “Nanti akan ada evaluasi dari tim gugus tugas kabupaten, provinsi, hingga pusat, apakah Sumedang masuk zona hijau atau belum. Mereka yang akan menilai,” kata Dony.

Sepengetahuannya, jika daerah dalam kondisi nol kasus positif Covid-19, maka daerah tersebut masuk zona hijau. Namun, ada beberapa indikator yang menentukan apakah Sumedang masuk zona hijau atau lainnya. Seperti jumlah kasus positif, kasus kematian hingga geografis.

“Kalau nol kasus memang seharusnya zona hijau, tapi akan ada kajian epidemologi dulu untuk menentukannya. Akan ada evaluasi secara komperhensif,” ujarnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.