oleh

Zona Merah Dilarang Shalat Idul Adha

Pendatang Harus Lapor dan Isolasi Mandiri

SUMEDANGEKSPRES.COM – Kecamatan yang wilayahnya masuk zona merah, diintruksikan agar tidak mengadakan Shalat Idul Adha berjamaah di masjid atau di lapangan. Hal itu, setelah adanya satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Kecamatan Paseh yang meninggal dunia pada Senin (27/7) malam.

Seperti disampaikan Bupati Sumedang yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Dr H Dony Ahmad Munir, Selasa (28/7). “Saya sudah perintahkan gugus tugas untuk memperketat perizinan, termasuk kecamatan yang zona merah agar tidak mengizinkan Shalat Idul Adha di masjid atau lapangan,” kata Dony.

Dengan adanya pasien positif Covid-19 yang meninggal, pihaknya akan lebih waspada lagi. “Menjelang Idul Adha pasti banyak yang mudik. Kami tekankan lagi kalau ada pendatang, 1×24 jam harus lapor dulu ke RT, RW serta harus isolasi mandiri dulu di rumah masing-masing,” tegasnya.

Dony juga meminta para camat, khususnya yang masuk zona merah, agar lebih mengefektifkan lagi patroli kewilayahan di desa-desa siaga korona. Gugus tugas harus semakin sering melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat, berkaitan dengan menjalankan prokes secara efektif.

Dony mengatakan, berkaitan dengan meninggalnya pasien Covid-19, Pemkab Sumedang belum akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Sebab, kasus Covid-19 di Sumedang masih terkendali.

“Masih kami kaji (penerapan PSBB, red) ya, karena kasusnya kan masih terkendali. Kami juga terus melakukan tes swab massal, agar ketahuan penyebaran Covid-19. Sehingga bisa segera kami tangani,” pungkasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar